Friday, February 09, 2007

The happiest & worst moment ever in my life


Hmm.. sudah lama nggak cerita-cerita di sini. Bukannya mau sok sibuk atau lupa, tapi emang kondisinya agak kurang sip akhir-akhir ini. Well, curhat kan perlu sikon dan mood yang tepat, kan? hehe…

Buat yang mungkin belum dapet kabarnya, finally, I’m pregnant! Yup... we finally got the blessing. It’s started on September 2006 when I realized that I missed my period. Awalnya sih agak ga yakin juga… ah, masa iya sih… wong seumur-umur ga pernah mangkir itu si tamu…tapi setelah 2 minggu ga nongol juga tamunya, perasaan ragu itu mulai bergeser… wah, jangan-jangan iya nih…!

Ya udah, beli deh test pack yang paling akurat (konon, kata iklannya sih 90% akurat) di apotek yang deket kantor. Waktu jalan ke apotek itu pun jantung deg-degan lebih kenceng dari biasa. Tapi waktu itu sih mikirnya, ah… kemarin-kemarin juga ngetes tapi kan hasilnya cuma bikin parno doang… sutra lah…The sooner the better lah taunya… daripada ngaco… ga sengaja minum obat atau makan sesuatu yang harusnya nggak ditelen, ya ga sih?

Singkat cerita… yup… the result’s positive, without doubt. Lemes… kaget… bingung. Itu perasaan pertama yang muncul. Sempat blank, ga tau mau ngapain, ga tau mo bilang apa. Trus akhirnya angkat telpon deh… ngabarin suami. Dia malah cengengesan tapi tau deh, pasti dia seneng banget. “Ah, masa sih? Kok bisa?”, gitu bilangnya…. Nah lo… ya bisa lah… kumaha seehh…UUHHHH….

Langkah selanjutnya adalah straight to the doctor. I wanna make sure that this is true. Aih, lucunya… ada setitik kehidupan di sana.

Tapi ternyata… kejadian-kejadian seru yang awalnya nggak kepikiran sudah menanti.

Sebulan pertama berlalu dengan ringan… sampai-sampai yang tercinta bilang… kok kamu ga ada gejala-gejala kayak orang hamil umumnya ya? Oops… mungkin dari situ akhirnya hormonku berbicara dan mengambil alih kehidupanku yang indah…

Beberapa hari kemudian, mulailah terasa aneh… makanan yang biasanya nikmat di lidah, jadi aneh dan memuakkan. Mendadak jadi nggak pengen makan, nggak mau minum (even air putih), trus bau-bauan aneh menyeruak di sekelilingku. Hiiiy… si suami aja tiba-tiba jadi punya aroma aneh yang membuat mual. Bukan bau badan, bukan bau asem, atau apa… entah, pokoknya ga bisa digambarkan. JAUH-JAUH DARI GW!!! Hiks, maaf ya, suami… di satu sisi ingin sekali bermanja-manja, tapi masa harus nahan napas lama-lama ya? Waaaa.....!!!

Bulan puasa dan lebaran menjadi bulan terberat...bangun dari tempat tidur sama aja memancing isi perut untuk keluar. Tas kresek dan tempat sampah sekarang nggak pernah jauh-jauh. Yang bisa masuk ke perut cuma kuah sup (thanks for my hubby yang tiba-tiba jadi jago masuk dapur dan bikinin sup...). Kalau dihitung-hitung, mungkin lebih dari 60 kali aku muntah sejadi-jadinya. Dan akibatnya? Bobotku pun turun drastis... 5 kilo lenyap begitu saja dari tubuhku, tanpa harus bersusah payah diet dan senam aerobik. Ya Tuhan... kok begini amat ya?

Semua obat dan anjuran dokter menjadi mentah dan ngabisin duit aja... ZERO... ga ada efek... bahkan obat anti muntah pun malah jadi pemancing muntah... Hiks... sumpah, sedihhhh banget... Emosi jadi seperti tidak terkendali... aku jadi gampang marah, memaki pihak-pihak yang selama ini seperti ”memaksa”ku untuk masuk ke dalam fase yang sulit seperti ini....walaupun aku yakin aku bukan menyesali kondisi ini. Maaf ya suamiku... aku jadi aneh....

Belum lagi segala nasihat-nasihat dan petuah yang diberikan oleh orang-orang yang ”sok tahu”, menganggap bahwa aku selama ini sulit hamil karena sebab-sebab medis atau apalah... HEY, WE’VE PLANNED THIS! IF I HADN’T BEEN PREGNANT FOR THE LAST 3 YEARS, IT WAS OUR CHOICE! IT HAS NOTHING TO DO WITH HEALTH OR THOSE PSYCHOLOGICAL CRAP! THERE’S NOTHING WRONG WITH MY BODY! Oh God… they were good for nothing… Please keep their mouth shut…

Sampai suatu ketika, yang ada tinggal perasaan putus asa. Hanya ada satu jalan keluar... I’d to go to the hospital if I don’t want to be dehydrated. I don’t care if I have to stay there. HARUS KE RS!

Dokter cuma bisa geleng-geleng kepala ngeliat kondisiku yang sudah kacau balau. Muka sudah ijo, mata cekung, kulit mulai bersisik dan keriput saking kekurangan cairan. Hiks... kok aku jadi pengen nangis ya sekarang? Jadi ingat perasaan waktu itu...

Sebuah kamar Kelas 1 di RSIB sudah disiapkan untukku. Ini kali pertama aku harus menginap di RS. Peralatan infus dan obat-obatan disiapkan oleh mbak-mbak suster yang semuanya baik dan ramah.

Ajaib... belum juga jarum infus menusuk tangan kiriku, seulas senyum tergambar di wajahku. Mendadak aku merasa sangat nyaman, sangat enak dan perasaan menjadi sangat ringan. Jangan-jangan... ngidamku memang ini.... Jangan-jangan, memang si adek yang pengen nginep di sini... hehe...

Hari pertama nginep, masih lemes... makan sedikit... Hari-hari berikutnya? Wah... enak banget rasanya bisa makan lagi... Menu-menu RS bisa ditelan dengan mudah... tumben, makanan RS enak kayak gini yaa... hahaha... Sudah bisa ketawa-ketawa, cerita-cerita... pokoknya, perasaan nyaman itu kembali lagi. Sampai akhirnya, tiga hari kemudian aku harus pulang karena menurut dokter kondisiku sudah kembali pulih. Tapi.... AKU NGGAK MAU PULANG! AKU SENANG DI SINI...! Mungkin aku satu-satunya orang di dunia ini yang lebih senang tinggal di RS dibanding di rumah sendiri.... yang jelas, aku merasa sangat betah, sangat nyaman, dan sangat sehat di sana.

Tiga hari kemudian aku habiskan di rumah... sampai akhirnya... dengan kondisi yang kembali memburuk, aku harus kembali ke RS. Kasihan suamiku tercinta... aku tahu pasti dia sebenarnya capek, harus bolak-balik dan tidur di kursi berhari-hari karena menungguiku. Tapi... aku tahu aku nggak boleh mikir yang aneh-aneh, karena secara psikologis bisa membuat kondisku drop lagi. Kali ini... empat hari aku habiskan di RS. Kembali, aku merasa sangat sehat dan nyaman, makan dengan mudah, walaupun sempat sakit perut semalaman suntuk, mungkin gara-gara pencernaanku kaget karena aku tiba-tiba makan dengan porsi banyak.

Alhamdulillah, setelah 4 hari itu, aku sudah tidak lagi merasa sedih saat harus pulang ke rumah. Kandunganku saat itu sudah memasuki minggu ke 12, saat-saat di mana hormonku sudah bisa mulai berdamai. Hari-hari selanjutnya aku jalani dengan mudah, nyaman... makan mulai membaik, morning sick sudah hampir berlalu, nggak lagi muntah, mulai bisa berdekatan dengan suami (tiba-tiba aroma aneh itu hilang...), bisa kembali masuk kantor (walaupun sempat ”diancam” harus cuti unpaid gara-gara kebanyakan ga masuk... yeeyy.. emang maunya saya sakit berlama-lama? pls deh boss....).

Sekarang, kandunganku memasuki bulan ke 7. Badan sudah mulai membesar, baju-baju mulai sempit, makan sudah makin sering dan banyak... dan si adek sudah terasa gerakannya di dalam perut. Tiba saatnya sekarang mempersiapkan kehadirannya. Banyak ternyata yang harus disiapkan dan ditata. Kami semua berharap, segala sesuatunya akan berjalan tanpa hambatan dan mengalir sebagaimana mestinya. Aminn....

I’ll continue my story later... I know that there’s more to come….:D

Monday, August 14, 2006

last to know

Why am I always the last to know?
Tell me why is it always me alone
Still dancing when the party's over
Why am I always the last to see
...
Even love can see it's over
I'm always the last to know

Saturday, June 10, 2006

That Look

Please don’t give me that look

The look that able to melt my heart

My heart that finally you took

My soul that you have claimed to be your part


Please don’t give me that look

That look that finally broke my heart

The pieces I held as my world shook

Cause I’m dying as we’re apart

Monday, May 29, 2006

wham!

Do you ever feel like the biggest loser on earth?
.
.
.
.
.
.
.
...

well... i'm feeling it right now.

Friday, May 19, 2006

Bosen...


Mood : Capek.... antara capek ati sama capek badan. Mungkin kalo cuma capek badan bisa dihilangkan dengan tidur-tiduran sebentar atau pijit-pijit... gimana cara ngilangin capek ati?

Paling maleeesss... pagi-pagi harus bangun trus siap-siap berangkat. Kayaknya udah kebayang duluan jalan-jalan yang harus dilewati, setiap belokan, setiap titik kemacetan, uuuh.... belum-belum kayaknya gw dah ilfil... Kadang aku suka nanya : Emang ga ada jalan lain ya? Lewat mana kek... muter dikit gitu... ?
Hihihi.... bosen.....

Asik... besok Sabtu. Berarti punya waktu untuk sedikit memanjakan diri. Tidur lebih lama, santai-santai... but oops! Besok ada janji! Uggghh!!! Jadi ga ya besok mau discuss soal website? Hmm.. kok belum ada konfirmasinya ya? Kalo bisa ditunda ke Minggu pagi, mungkin lebih enak ya... Weeee... jangan lupa juga, dul... masih ada 1 PR lagi yang belum kesentuh sama sekali... Mana copy website-nya "P5"? AAAAAARRRRRRGGGGHHHH!!
Berarti weekend ini pun masih belum ada kesempatan untuk bersantai. Kan pengen pijit, pengen olahraga, pengen crembong, pengen facial, dan masih banyak pengen2 lainnya. Eh, tanggal brapa sekarang? 19? He? Gajian masih lama ya? WAAAKKKK!!!




Thursday, December 29, 2005

Menikmati cuti

Akhirnya kesampaian juga ngabisin waktu cuti di rumah… guess what.. rencananya kan mau tidur-tiduran dan memaksimalkan waktu untuk bermalas-malasan… walaaah…. Malah bangun pagi, dan ga bisa tidur lagi… padahal nih, kalau waktu hari kerja, yang namanya bangun pagi itu susaaaah bgt… kebayang deh pasti dalam hati Suami dah males aja bangunin, saking susahnya dan pasti diakhiri omelan-omelanku yang ga jelas… hihi… sorry, luv…

Plan awal :

  • Ke dokter gigi
  • Ke dokter kandungan
  • Beberes rumah
  • Males-malesan
  • Nonton TV sambil ngemil sampe mabok…

Kenyataannya :

Hari pertama cuti

Bangun jam stg 6 teng… subuhan… eh… ga bisa tidur. Tapi sisi positifnya, ada 2 script yang jadi dibikin. Hhhh…. Padahal nih ya.. kalau aja dari kemarin-kemarin niat, pasti bisa lebih banyak script yang kelar.. Uuugh… inspirasi… kenapa kamu munculnya ga bisa setiap saat siiih…? Knapa harus nunggu sikon yang kondusif…????

Niat nonton DVD banyak-banyak, eh.. kok malah jadi ga mood ya..?

Hari kedua cuti

Mencoba setengah mati tidur2an abis subuhan… bisa sih… tapi ga comfortable sama sekali. Pagi-pagi udah bete ama si Mbak yang makin hari makin ga tambah pinter… UUUGGGHHHHH!!!! Knapa jugaaa aku jadi kangen kantor? Knapa jugaaa aku lebih betah di kantor daripada di rumah sendiri?

Sorean, akhirnya keluar dari rumah, mumpung ga ujan. Tujuan utama : Pasaraya. Udah siap-siap bawa buku, niat mo duduk ngopi2 aja sambil nunggu suami nyamper. Kan kita hari ini mo beli kulkas… HOREEE…. Akhirnya dapet kulkas baru, setelah nahan-nahain diri pake kulkas yang bentar lagi pintunya bakalan copot… hahahahah… kidding… abisan tuh kulkas asli jelek banget…

Asiik, jalanan ga macet… ga sampe 1 jam dah sampe ke Blok M. Muter-muter bentar ah.. liat2 diskon-an… Wahh.. kalo nurutin napsu, bisa2 blanja2 baju deh… But no… aku harus nahan napsu ah… mendingan buat beli lainnya dulu…

Setengah jam keliling sendirian… bosen… kaki dah mule sakit…OK… Hello, Starbucks… Duduk sambil baca buku, sambil nyemil-nyemilin coklat, sambil menikmati kopi panas… ooh… whatalife…

Friday, December 23, 2005

You're Everything


As long as you're who I'm with
Praise you with my dying breath
Pull my heart out of my chest
God, I'd do anything.

I'll open every car door,
I won't go out any more
I'll even eat off the floor
God, I'd do anything at all

I'll be there to catch you right when you fall
I'll be there as long as you tell me when
I'll be there until eternity ends
You know why, 'cause you're worth everything

And side by side forever, we'll be together
It keeps getting better, through the desert, now
I'll laugh in the face of danger, I'll be your lone ranger
And you'll be my angel, as we wave goodbye
And ride into the sunset, some things we ain't done yet
And prove to the world our love will never die at all

I'd stick my hand in the flames
Subject myself to the pain
I'd even sleep in the rain
God, I'd do anything

I'd cross the desert for you
Let you beat me black and blue
Spray paint your name on the moon
God I'd do anything at all

I'd do things you won't believe
Get you a ring if you need
Get down right here on one knee
God I'd do anything

You know why, you know why
'Cause you're worth everything

You know why, 'cause you're worth everything

*Bo.. You worth everything! Go, Rock!

Thursday, December 22, 2005

I Believe in You






Lonely
The path you have chosen
A restless road
No turning back
One day you
Will find your light again
Don't you know
Don't let go
Be strong

Follow you heart
Let you love lead through the darkness
Back to a place you once knew
I believe, I believe, I believe
In you

Follow your dreams
Be yourself, an angel of kindness
There's nothing that you can not do
I believe, I believe, I believe
In you.

Tout seul
Tu t'en iras tout seul
Coeur ouvert
A L'univers
Poursuis ta quete
Sans regarder derriere
N'attends pas
Que le jour
Se leve

Suis ton etoile
Va jusqu'ou ton reve t'emporte
Un jour tu le toucheras
Si tu croix si tu croix si tu croix
En toi


Suis la lumiere
N'eneins pas la flamme que tu portes
Au fonds de toi souviens-toi
Que je croix que je croix que je croix
En toi

Someday I'll find you
Someday you'll find me to
And when I hold you close
I'll know that is true

Follow your heart
Let you love lead through the darkness
Back to a place you once knew
I believe, I believe, I believe in you

Follow your dreams
Be yourself, an angel of kindness
There's nothing that you can not do
I believe, I believe, I believe
In you.

*thanks to Il Divo... for making my days so beautiful

Monday, October 31, 2005

Days before Holiday


Hari-hari menjelang libur...
Hmm... bosen...
Udah ga ada kerjaan juga gitu loh...
Pagi-pagi dateng cuma buat blablabla ama cek imel...

Yang kebayang sih
Bentar lagi libur
Udah ga puasa lagi
Banyak makanan.. hheheh
Tapi... all the family routine drives me #$%&@$!!!!

Duh... mana musim ujan...
Moga-moga ga banjir
Moga-moga ga bocor ...

Knapa jugaaaa masih harus masup ktr for two more days...? BWEAAAAAGGGHHHHHH!!!

Friday, October 28, 2005

Menjelang Lebaran


Hampir tak terasa, sebentar lagi sudah masuk Lebaran. Berarti sebentar lagi jalanan di Jakarta akan semakin lengang n sepi... Hmm... kalau sudah begini, pasti aku akan bilang : Knapa ga tiap hari aja sih jalanan lega begini? Enak... ga kena macet, ke kantor ga harus nyubuh-nyubuh kalo pake mobil... (hey, orang lain udah libur, kok masih ngantor aja...?) Yup... I love Jakarta's streets when Lebaran.

Tapi ada hal yang bikin sebel kalo Lebaran... Yaaa...k.... pembokat mudik! Huhuhu... Sudah kebayang pastinya nanti cucian bakal numpuk, trus kalo udah berhasil dicuci, huh, setrikaan juga bakalan menggunung. I hate ironing...! Hihi... pas ditinggal si Mbak beberapa bulan lalu aja, sampe jam 2 pagi aku sibuk setrika-setrika... WAAAA! Ga seneng....!

Uuh.. sapa yang bakal jagain si Emeng pas Lebaran? Dia pasti bete berat kalo ga ada yang nemenin... ga ada yang ajak main, trus rumah jadi sepi... kecian.... sabar ya, Meng... si mbaknya pergi 2 minggu tuh...

Oh ya, ada juga yang sudah kebayang Lebaran kayak gini... Pasti nanti abis dari masjid, sarapan ama keluarga... trus.... ZZZZZ.... Groook... ZZZZZ...... bobo! Upacara kunjung-mengunjung baru mulai after jam 2 atau malah kalo bisa hari itu stay home, baru besok ngider2 ke kanan-kiri. Trus pasti ramai ditanyain : "kapan hamil? kok berdua aja? Bla Bla bla... yadda yadda yadda...... belum lagi yang sok-sok ngelus-ngelus perut gw... (apa'aaaaaannnn gitu lohhhh) Hmmm, harus siap-siapin senyum dan diplomasi yang model apa yaaa tahun ini? *tengtong*

Makan opor dan temen-temennya yang bersantan dan berminyak... yang setelah itu.... pas hari ke 3 atau 4 pasti udah mule sakit perut dan mules-mules....trus ga sudi liat ketupat opor lagi... (padahal besoknya pas sembuh udah nyari-nyari lagi). Jangan lupain juga bertoples-toples nastar, kaastengels ama putri salju....

GENDUUUUUTTTTTTTTTTTTTTTT....

Thursday, October 27, 2005

Time waits for nobody

To realize
The value of a sister
Ask someone
Who doesn't have one.

To realize
The value of ten years:
Ask a newly
Divorced couple.

To realize
The value of four years:
Ask a graduate.

To realize
The value of one year:
Ask a student who
Has failed a final exam.

To realize
The value of nine months:
Ask a mother who gave birth to a still born.

To realize
The value of one month:
Ask a mother
who has given birth to
A premature baby.

To realize
The value of one week:
Ask an editor of a weekly newspaper.

To realize
The value of one hour:
Ask the lovers who are waiting to Meet.

To realize
The value of one minute:
Ask a person
Who has missed the train, bus or plane.

To realize
The value of one-second:
Ask a person
Who has survived an accident...

To realize
The value of one millisecond:
Ask the person who has won a silver medal in the Olympics

Time waits for no one.

Treasure every moment you have.
You will treasure it even more when
you can share it with someone special.

To realize the value of a friend:
Lose one

Book(s) of the week - or month?



January 2005
- Angels & Demons - Dan Brown
- Petir - Dee
- I'll Take Manhattan - Judith Krantz (belom selesai, tapi starting to get bored with this book)
- Olivia Joules & the Overactive Imagination - Helen Fielding (hmm... oh well...)

February 2005
- Mengarang itu Gampang - Arswendo Atmowiloto
- The Guy Next Door - Meggin Cabot
- French Silk - Sandra Brown -- kirain gimana gitu... ternyata.... hhhhh..... *agak nyesel*

April 2005
-
Shopaholic Ties The Knot - Sophie Kinsella (lucu juga... tapi kok ga selucu bayanganku ya?)

June 2005
- Nayla by Djenar Maesa Ayu (iki buku karepe opo toh, jeng...)
- Harry Potter # 5 (baca lagi sebelum baca buku seri 6)

July 2005
after HP#5 finally finished....
- Living Single by Holly Chamberlin - gayanya rada Sex n the City gitu... hmmm...
- Behind Closed Door by... lupa! - another black comedy... ok!
- The Nanny Diaries by somebody n somebody (ga inget ah) - Not so hillarious but quite ok to spend the day
- Envy by Sandra Brown - still workin' on it...

August-September 2005
Not in the mood... Envy belom beres juga...
- Eragon by Chritopher Paolini - ok... you've succeed to make me confuse with your book... ok... but I think it's great...

October 2005
Envy... finally....
- St.Clare series by Enid Blyton - sekedar nostalgila jaman2 terkungkung dulu... wuihihi....
- A book from somebody, entitled something.... duh, apa gw skr juga perlu minum vitamin otak? hihi... sumpe ga inget... pokoknya chicklit yang sampul depannya gambar bra gitu deh... cerita tentang "size that metters"... I'll reviewed and edited this later...

Been so long...

Hi, all...

Udah lama banget ga mondar-mandir di sini... Baru nyadar pas lihat tanggal terakhir update... hah? Juli? ckckck... selama itu yah aku ga mampir? Well, tidak ada unsur kesengajaan kok, cuma belum sempet aja n nyari waktu yang tepat buat nulis2 lagi. Gimana nggak... kalo di kantor sampe ketauan bisa2 dipermalukan depan umum deh... huhuhu...

Apa ya yang terjadi belakangan ini? Hmm... oh ya, abis cuti, jalan-jalan ama my beloved sister, yang udah lamaaaaa banget ga ketemu. Terakhir ketemu tahun 96. Gila nggak tuh? She didn't even get a chance to attend my wedding 2 years ago. Yup... agak2 complicated but never mind, I know she loves me anyway...

Perjalanan kami cukup menyenangkan even though I thought that it was gonna be weird travelling abroad with her after all these years... but I guess I was wrong... It was fun... Sayang my beloved husband ga ngikut waktu itu... padahal there's so much to see.. it was quite exciting... but, oh well.. maybe someday we will be able to come back.

Kondisi di sekitar rupanya ga berubah banyak setelah balik dari cuti. Still the same ol story... the same forbidden romance... oh well... what's goin' on people? Have you lost your minds? Honestly, I didn't catch what you all 've been up to... Apa sih rencana lo? Maunya apaaa gitu loh... Coba deh dipikirkan lagi... Kalau ada yang sampe nanya : Loh, apa salahnya sih kalo gw ngelakuin itu? HALOOO? Earth to ***** (oops, still need to cover it up, anyway)? Kalo lo sendiri ga tau kesalahan lo apa dengan ngelakuin hal se-gajelas itu... well, U have a problem allright... I think you have to have a BRAIN SURGERY.... mwahahahahah....

Ga bermaksud untuk menyebar isu2 lama atau memperkeruh keadaan kok... just a little flash back won't do any harm, I think... Buat yang agak bingung "ni orang ngomong apa sih"... Never mind u guys... I wasn't talking about you... Love u, friends... honestly...

... I'm not kidding....




...seriously....




.... sumpe.....




.... huahahahhahaha... masih ga percaya juga? Well... nyerah deh.... tapi my lips are sealed! hihihi....


Selebihnya, ga ada lagi deh kayaknya yang beda... masih pagi-pagi ngantor kayak biasa, masih nyari-nyari ide buat dapet side-job an lagi... mihihihihi..... masih setengah mati desperate buat brani nyetir sendiri.... (jakarta, whazzup bro...? lo dah bikin gw parno di jalan, sumpaaaahhh!), masih bete ama pembokat yang makin lama makin stupit tapi bingung mecatnya krn gw butuh.... WAAAAHHHHHHHHHH


Oh well... I think I have to move on... keep our fingers crossed... wish me luck....



Friday, June 24, 2005

here's another one

Roses are red
Violet are blue.
You are like a monkey in the zoo.
Don't be mad, cause I am also in the zoo.
Not behind the cage,
But outside, laughing at you.


*hahaha... *

What a boy

Wah, sudah mau masuk weekend lagi. Brarti besok bisa leyeh-leyeh dulu di rumah, sebelum pergi jalan-jalan. Tapi oops, jadi ingat kalau besok harus pagi-pagi ke bandara buat jemput keponakan. Ryan, nama keponakanku, anak umur 10 thn, untuk pertama kali terbang dari US ke Jakarta sendirian, tanpa ditemani mommy-nya.

Aku sempat kaget ketika kakakku, mommy Ryan, telepon beberapa minggu yang lalu untuk mengabarkan kalau Ryan akan spend his summer holiday di Indonesia, sendiri. Kakakku mungkin akan menyusul tapi Agustus nanti. Hmm... hebat! Untuk anak 10 tahun, bisa aku akui kalau anak itu punya keberanian yang terkadang tidak dimiliki anak seusianya. Contoh paling dekat saja, ada salah satu keponakan perempuan, umur 19 thn... tapi masih belum bisa menentukan model baju atau potongan rambutnya karena semua tergantung Mama-nya. Anak yang lain, mungkin juga masih ada yang suka nempel Emak ke mana-mana. Boro-boro masuk dapur buat bikin sarapan sendiri, yang ada mungkin sibuk neriakin Mbak bikin nasi goreng atau mi instan. Aku sendiri mungkin pada saat seusia Ryan, mungkin akan ngompol kalau harus travelling ke luar negeri sendirian... hahah....

Menurut kakakku, Ryan sudah berkembang seperti layaknya anak-anak Amerika lainnya. Berangkat sekolah sendiri, pulang sekolah langsung masuk dapur dan bikin makan sore sendiri, cuci piring bekas makannya sendiri, malah kadang kalau kakakku sakit, Ryan ga segan untuk membuatkan sup/makanan lain dan menjaganya seperti a grown man. *hiks.. jadi terharu...*

Pertanyaan yang ada di kepalaku, faktor apa sih yang membedakan perkembangan kemandirian anak? Apa lingkungan yang membuat perbedaan itu? Cara pendidikan di sekolah/di luar sekolah? Apa itu? Setahuku, kakak-kakakku mendidik anak dengan cara yang kurang lebih sama... tidak ada pendidikan ala militer atau ala Princess Aurora. Semua berjalan sewajarnya. Namun, hasil akhirnya bisa berbeda-beda ya?

Ryan, pertama kali datang berkunjung ke Indonesia adalah saat ia berusia 3 tahun, bersama kakakku. Saat itu ia cukup lengket denganku, dia senang mendengarkan aku bercerita, walaupun mungkin ga ngerti apa yang aku ceritakan. Jadi ingat saat itu... sekitar 6 orang keponakan berkumpul di sekelilingku, mendegarkan aku bercerita soal film "Titanic" yang tentunya sudah aku edit sedemikian rupa agar sesuai untuk anak-anak seusia mereka... instant editing, pokoknya! hahahah... tampaknya mereka cukup puas mendengar "Titanic" versi Auntie...

Aku yakin Ryan saat ini sudah tidak ingat lagi wajah Auntie-nya sekarang, it's been 7 years, loh... tapi dengan bekal foto-foto dan dokumen penting lainnya, kurasa sudah cukup. Tapi aku ternyata agak deg-degan juga... nervous... what if he dosen't recognize me? Yah... hope for the best aja deh besok...

Yang jelas, aku salut dengan keberanian anak itu travelling ke luar negeri sendirian.

See you soon, Ryan!

Thursday, June 23, 2005

Question about : How’s marriage life?

Beberapa hari ini ada beberapa teman yang bertanya tentang kehidupan pasca pernikahan. Anehnya, pertanyaan itu diajukan oleh mereka pada saat yang hampir bersamaan. Dan keduanya kebetulan pria. Heran, kenapa harus aku gitu loh yang ditanyai? Apa aku cukup mewakili pasangan menikah yang cocok sebagai narasumber? haha… kalau jawabannya iya, aku sangat bersyukur. *high five to my partner*

Pertanyaan yang diajukan cukup sederhana; Enak ga sih merit? Eits… ntar dulu… jawaban untuk pertanyaan ini jauh lebih dalam daripada sekedar classic joke yang langsung melintas di kepala:
*enaknya 10%, 90% nya enak banget… duh?*

Sempat agak bingung juga jawabnya, karena sempat terpikir kalo pria-pria ini cuma basa basi saja waktu menanyakan ini. Eh, rupanya mereka serius… Sorry, guys… don’t expect that question coming from your mouth, gitu looh…

Sebenernya, enak ga sih kehidupan setelah menikah? Enak atau tidak itu relatif ya… tapi bagi aku pribadi, menikah seru juga kok ternyata. Serunya, kita kadang terbengong-bengong menghadapi banyak persoalan baru yang tadinya ga terpikirkan. Misalnya nih ya…
- Kalo udah punya rumah sendiri, pas baru pindahan, harus kenal-kenalan ama tetangga (nah dulu jaman ngekos, boro2 deh kepikiran, lempeng aja, ntar jg kenal ndiri… hehe)
- Pembantu suka “brainstorming” ama pembantu sebelah rumah atau depan rumah (wah, ini bisa jadi major problem loh… kudu ati2 juga… )
- Tagihan-tagihan ajaib muncul (uang satpam, uang sampah, uang urunan benerin jalan, uang arisan RT, dan uang-uang lainnya yang kompakan datengnya)

Masih banyak lagi sebenernya masalah yang baru kita temuin justru setelah kita berumah tangga. Apa ini menyenangkan? Well… secara kantong, nggak lah ya kalo tagihan banyak… tapi to be honest, ini seru aja.

Kadang aku n my partner bertanya-tanya sendiri, apa pasangan lain di luar sana juga kayak kita ya? Kita suka heboh ndiri, becanda-becanda ala kita sendiri yang kalo dipikir-pikir dengan otak yang waras kayaknya “silly” and “so immature”. Tapi, itu salah satu cara kami menikmati kehidupan kami berdua. Hampir ga beda ama pacaran dulu, menurutku. Jadi bagi kami, merit bukan beban. bebannya paling, pas ditanyain ama orang-orang (baca aja post aku yang dulu-dulu), “udah hamil? kok duaan aja” dan lain-lain yang mirip-mirip lah…

Soal tanggung jawab kadang dijadikan alasan yang memberatkan seseorang untuk memutuskan untuk menikah. Ya sih, ga salah juga… tapi… pilih aja pasangan yang enak untuk diajak diskusi… hal-hal seperti itu sangat bisa didiskusikan kok… seperti kami. Kami sudah memiliki porsi masing-masing, dan kami sangat santai menjalaninya. Kalau ketemu pasangan yang mau enaknya ndiri, ya…. itu resikonya. Makanya, cari tau dari awal sejak pacaran. Jangan mau beli kucing dalem karung deh… (kalo skr kali beli HP dalam sarung… hihih *basi deh lo Ta’… jitakkk!*

Menurutku kesimpulannya adalah, kembali lagi ke diri kita, sebenernya kita mau apa sih? Kalau masih betah ke mana-mana ndiri, ke toko buku ndiri, ke supermarket ndiri, bobo ndiri (hehehe – different for some people yaaa…) yaaa mendingan jangan merit dulu. Tapi kalau sudah merasa nyaman dengan pasangan, apa salahnya sih take the relationship to the next level? Ga ada ruginya juga… malah mungkin bisa jadi sesuatu yang menguntungkan kok… jangan takut ambil resiko lah…

Eh eh… ini cuma pendapat pribadi kok… tidak ada maksud menggurui atau apa. I’m just trying to enjoy my life. Buat temen-temen yang single, kadang ada juga loh perasaan “enak kali yaaaa single lagi”…

For me, single is good, but marriage life with the right person (remember THE ONE-concept?) is better.
Gitu ajah.

Wednesday, June 22, 2005

inspiring quote, or...kacrut?

God saw me hungry,
He creates McD
God saw me thirsty,
He creates Coke.
God saw me walking
He creates Jaguar.
God saw me without problems,
He creates.... YOU!



*whahahaha...*

Friday, April 29, 2005

Popularity-Quantity vs Quality

Lagi berduka (lagi) gara2 simatasexy kena vote off last Wednesday. Once again reality show memberikan kejutan yang kurang menyenangkan minggu ini. Ternyata popularity, quantity lebih penting daripada quality. Bisa-bisanya orang yang memiliki kemampuan lebih disingkirkan hanya gara-gara SMS yang kurang banyak. Capitalism, you sucks!

Hari ini lagi seneng banget denger lagu ini... walaupun ga terlalu yakin akan meaningnya.... hehe. To Constantine & Anwar, this is not the end of your journey. You know deep inside your heart that you're a lot better than those 2 idiots. Bravo for both of you!

There used to be a graying tower in the sea
You became the light on the darkside of me
Love remained a drug that's the high, not the pill
But did you know when it snow
My eyes become large and the light that you shine can be seen

Baby, I compare you to a kiss from a rose on the grave
The more I get to you the stranger it feels
And now that your rose is in bloom
A light hits the gloom on the grave.

There is so much a man can tell you
So much he can say
You remained
My power, my pleasure, my pain

To me you're like a growing addiction that I can't deny
Won't you tell me is that healthy, baby?
But did you know when it snows,
My eyes become large and the light that you shine can be seen...




Monday, April 25, 2005

Am-Idol fever

Reality show di TV kalau dipikir-pikir emang bisa bikin orang merasa terbawa suasana. Terlepas dari itu acara emang beneran atau udah mengalami "pengaturan" terlebih dahulu oleh tim produksinya. Who knows? S**t happens! Untuk mendongkrak rating, apa sih yang nggak bisa dibuat?

Aku sekarang lagi seneng2nya nonton Am-Idol 4. Awalnya sih iseng, kali aja seseru Idol 2, pikirku. Eh, emang iya sih seru, apalagi itu loh finalis2nya suaranya super keren, kayaknya mantep banget. Beda deh ama A**, atau Idol-versi-lokal. Kenapa begitu ya? Apa pengaruh dari sound system-nya kita yang kurang ok, atau emang kandidatnya vokalnya emang udah mentok segitu2 aja?

Walaupun bukan finalis yang aku jagoin, sedih juga loh waktu tau Anwar di-vote-off minggu ini. Uhh... Anwar kan padahal keren, bandingin aja ama Scotty "the body" yang flat kalo nyanyi... hanya karena SMS kurang gituh, jadinya Anwar yang disebut-sebut "the best technique" harus cabut. Uh... miss you, Anwar. Moga-moga dapet record deal yang bagus deh... ntar gw beli kaset lo! Lagian nih ya, kalo liat performancenya, Anwar tuh kan nyantai, stylenya juga ok, smile ga pernah lupa, eye contact, iya lah... pitch control (haloo? duh?) dll, ah semuanya ga separah Scotty (hate him!). Knapa sih di-vote off? If only aku bisa kirim vote dari sini, uh... udah aku kirimin SMS banyak2 deh... selain vote spesial buat Constantine (those eyes... OMG!).

Ayo dong Idol-lokal, bikin dong yang sekeren ini!

Thursday, April 21, 2005

Racun yang enak



Salah satu resolusiku tahun ini adalah membereskan semua urusan kartu-kartu, yeah.. kredit!

Kalau dulu sewaktu awal-awal kerja, kayaknya kartu yang satu ini agak2 diperlukan untuk membantu meningkatkan status sosial. Biar keren gitu pas buka dompet... trek trek treeeekkk... kartu yang kinclong itu bersinar-sinar dari dalem dompet. Salah kaprah sih ya sebetulnya orang-orang jaman sekarang ini. Merasa lebih gaya dengan duit plastik. Padahal, kartu itu kan simbol hutang ya? Hehe.. Makin banyak kartunya, berarti makin doyan ngutang, heheh...

Lama kelamaan, setelah tahunan bekerja, ternyata yang namanya kartu kredit itu kok makin lama makin menyesakkan dompet, alias nambah terus jumlahnya. Dari yang C***, sampe yang A***, ada lagi lalu yang S**C**, terus yang G*, dan sebagainya dan sebagainya. HAH? Kalau sudah begini kejadiannya sih baru deh mata bisa melek dan mulai nyadar kalau ini perlu diambil tindakan tegas.

Tahun ini aku punya satu niatan, pengen banget bisa beresin itu kartu-kartu racun. Aku bilang ini racun sih, tapi enaaaak banget rasanya. Hmm... sapa sih yang ga ngiler kalau dapet 1 tahun gratis iuran atau kenaikan limit yang fantastis? Slurup... Tapi ini kembali lagi pada kita, mau tegas-tegas berkata "TIDAK" atau nggak. Adakalanya sih, aku mengurungkan niatan untuk menggunting salah satu kartu dengan pertimbangan, nanti kalau pas ada keperluan mendadak, gimana? Tuh kan... dasar racun... udah tau diracun, tapi masih ada mau... hihihi!

Kalau jaman sekarang, kayaknya lagi "in" yang namanya "Transfer Balance". Keren sih namanya... udah berasa orang perbankan aja.. hehe. Padahal artinya? "Cuma" mindahin utang dari satu bank ke bank lain, atau dari satu kartu ke kartu lain. Huahaha.... padha bae! Tetep aja toh utangnya belom beres? hihi... Dasar racun, once again, enaknya, kita bisa dapetin bunga cicilan yang lebih rendah, dalam jangak waktu tertentu. Hmmm... racun rasa kaldu ayam atau rasa Beef BBQ ya? Enaaaak banget. Padahal, itu berarti kan utangnya bakalan nambah terus kalau bayarnya makin lama, ya kan?

Hari ini, aku berhasil gunting 1 kartu dari setumpuk kartu yang ada. Lunas nih? Mmmm.... nggak sih... transfer balance juga.... HAHAHAHAH!!!

HIDUP RACUN!!!!