Saturday, November 01, 2008

Jurnal Mimpi

Berperut besar, aku berdiri dalam kebingungan,
namun ada sosok ramah di balik kain yang berwarna hijau kebiruan.
Aku tiba-tiba merasa kesakitan.
Aku tak bisa berkata-kata, hanya terengah dan ketakutan.
Tangan itu menopang tubuhku,
menyuruhku berbaring dan menenangkanku.
....

sepertinya, sebuah kehidupan baru pun nyaring menggema.
.
.
.

Aku melihatnya pulang malam itu. Aku melihatnya datang dengan terburu-buru, bahkan tak sempat untuk menyapa atau mencium keningku. Ia hanya berlalu sambil meraih ransel hitamnya, dan jas hitam yang selalu rapi terlipat di atas meja.
Hendak ke mana? kataku
Tak ada suara, hanya seraut mimik yang mengisyaratkan tak ingin diganggu.
Hendak ke mana? kataku lagi
Kali ini punggungnya berbalik.
Hanya sebuah tatapan tajam yang tak kumengerti artinya.
Rambutnya, garis wajahnya, tinggi tubuhnya, sangat lekat di hadapanku.
Tapi tak juga kupahami sorot mata itu.
Aku ingin ikut, kataku
Kembali ia berlalu.
Sederet kalimat sepertinya terlontarkan,
namun entah dalam bahasa apa sehingga serasa telingaku tak bisa mencernanya.
Aku berlari ke luar rumah
Diterangi lampu jalan yang berwarna kuning remang-remang,
kumelihatnya melintasi jembatan.
Aku ikut, teriakku.
Namun gemaku seolah membeku.
Ia pun berlalu.
.
.
.

Kali ini kami duduk di meja makan persegi panjang, bertaplak kain berwarnacoklat dan berlapis plastik bening.
Aku tahu, ini suasana ruang makan di rumahku yang dulu.
Lampu tak menyala, hanya ada seberkas sinar matahari sore yang remang.
Kali ini kumelihatnya tersenyum dan menggamit tanganku.
kami bercakap, berbincang dan bersenda,
Aku ingin ini tak pernah sirna.
Setiap jengkal raut wajahnya seolah nyata di sana
Senyum yang menyejukkan itu seolah benar-benar ada untukku saja
Tuhan.. jangan bangunkan aku!
Aku hanya inginkan masa ini Kau hentikan sejenak
Begitu banyak yang ingin aku katakan kepadanya.
Aku ingin terus menggenggam tangannya
Merasakan hangatnya
Menikmati setiap degup jantungnya
Seiring denyut nadiku.
.
.
.

Aww man... I always woke up then...!

0 comments: